Karnaval-Budaya-Pangandaran-Menjadi-Daya-Tarik-Wisatawan-Lokal-Hingga-Mancanegara
Karnaval budaya Pangandaran menjadi acara yang memeriahkan ulang tahun Pangandaran yang ketujuh pada hari Minggu, 3 November 2019 kemarin. Selain budaya suku Sunda, karnaval ini juga menawarkan tontonan berbagai macam budaya suku lainnya yang ada di Indonesia.

Festival budaya ini dinilai sangat menarik dan mampu menjadi magnet bagi wisatawan karena menampilkan ragam cokak kebudayaan yang ada di Indonesia.


Karnaval Budaya Pangandaran yang Menjadi Tontonan Menarik Wisatawan
Karnaval budaya Pangandaran yang digelar hampir setiap tahunnya ini diklaim bukan hanya menarik perhatian dari warga lokal saja, namun juga para wisatawan mancanegara yang memang sedang berkunjung di daerah tersebut.

Tari Lestari, salah seorang warga Pangandaran mengatakan bahwa festival budaya yang digelar ini sangat menarik. Selain karena terdiri dari jumlah peserta yang sangat banyak, ragam kostum yang digunakan juga cukup unik, sesuai dengan kebudayaan di Pangandaran. Selain itu, para peserta festival juga menampilkan berbagai macam kebudayaan Pangandaran lainnya, seperti music tradisional, tarian bahkan beberapa atraksi yang sangat menarik.

Tari juga berharap jika karnaval ini seharusnya menjadi kegiatan tahunan dari pemerintah daerah. Hal tersebut karena karnaval kebudayaan ini dinilai sangat menarik untuk ditonton dan juga mampu memikat perhatian dari turis lokal ataupun mancanegara.

Menurut Undang Sohbarudin selaku kepala dinas pariwisata kabupaten Pangandaran mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi kegiatan ini. Apalagi pada tahun 2019 ini acara yang digelar jauh lebih meriah jika dibandingkan sebelumnya. Selain itu, jumlah peserta yang mengikuti festival tersebut tahun ini juga lebih banyak, mulai dari instansi pemerintah setempat, perusahaan, SKPD, komunitas dan lain-lain.

Selain dari kabupaten Pangandaran, lanjut Undang, peserta yang mengikuti karnaval ini juga ada yang berasal dari luar, seperti kabupaten Cirebon dan Purwakarta. Ia juga berharap jika karnaval ini dapat terus menarik perhatian dari para turis lokal dan mancanegara untuk berkunjung atau sekedar berlibur ke Pangandaran. Menurutnya, jika melihat antusias dari masyarakat tentunya karnaval ini akan digelar lagi tahun depan dengan mengusung konsep baru yang lebih meriah.

Dilansir dari harapanrakyat.com, karnaval budayaPangandaranyang digelar pada tahun 2017 silam mampu menarik perhatian dari para turis asing yang sedang berkunjung. Salah satunya adalah Stephanide Jong yang berasal dari Belanda. Ia mengaku bahwa baru pertama kali melihat festival semacam ini di Pangandaran. Menurutnya, karnaval tersebut sangat bagus dan menarik karena memperkenalkan corak kebudayaan di Indonesia, khususnya Pangandaran.

Stephani juga berharap jika festival budaya ini tetap dilestarikan dan dilaksanakan setiap tahun, sehingga dapat disaksikan oleh wisatawan, terutama yang berasal dari luar Indonesia. Ia juga mengatakan jika estival tersebut nantinya juga dapat menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke kabupaten Pangandaran.

Selain itu, Jajang selaku warga asli Pangandaran mengaku baru kali ini melihat festival tersebut karena bekerja di luar kota. Ia berharap jika acara ini tetap dipertahankan agar dapat memperkenalkan Pangandaran sebagai salah satu kabupaten yang kaya akan kebudayaan.

Sedangkan pada tahun 2018 kemarin, karnaval budaya Pangandaranjuga ikut meramaikan acara syukuran nelayan yang digelar di pesisir pantai Pangandaran. Karnaval tersebut dimulai dari Desa Pangandaran dengan tujuan Pantai Timur. Jarak tempuh antara kedua lokasi tersebut sendiri sekitar 3 km.

Pada karnaval tahun 2018 tersebut, Cucu Gumilar selaku ketua dewan kesenian kabupaten Pangandaran mengatakan acara kali ini lebih didominasi oleh pertunjukan seni budaya khas Pangandaran. Hal tersebut karena Pangandaran mempunyai beragam seni dan budaya tradisional yang masih dilestarikan hingga kini. Beberapa kesenian yang ditampilkan pada acara kali ini diantaranya adalah ronggeng, kuda lumping, musik angklung dan masih banyak yang lainnya.

Cucu juga menambahkan bahwa pada syukuran nelayan tahun 2018 ini diramaikan oleh para pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga tingkat SMA yang ada di Pangandaran. Selain itu, ada pula beberapa ormas islam, lapisan masyarakat, bupati serta wakilnya dan juga SKPD pemerintah kabupaten Pangandaran.

Hampir setiap tahunnya Pangandaran sebagai salah satu kabupaten di Jawa Barat ini mengadakan acara karnaval kebudayaan. Berbagai karnaval budaya Pangandaran tersebut diharapkan terus diadakan setiap tahun sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi turis lokal dan mancanegara.

Post a Comment

Previous Post Next Post