Tingginya peminat kopi di banyak daerah di tanah air ini, membuat beberapa pelaku bisnis coba cari keberuntungan dengan buka warung atau cooffee shop. Tetapi, cukup banyak dari beberapa pelaku bisnis warung itu tidak dapat berusia panjang.

Founder Kopisob, Rez Ferdian menjelaskan, unsur persiapan serta pandangan dapat jadi salah satunya penentu usaha warung kopi berusia panjang ataukah tidak.

"Jadi dapat tidak berusia panjang sebab mungkin ia persiapan kurang, pandangan," katanya.


1. Permodalan bukan permasalahan
Pria yang adalah assessor atau penguji buat sertifikasi barista ini memandang jika masalah permodalan bukan permasalahan. Banyak perbankan yang memberi pertolongan untuk aktor usaha. Tetapi, sisi penting dalam jalankan usaha kopi ialah persiapan mental serta pengetahuannya akan dunia kopi.

"Mental sama knowledge-nya. Jika permasalahan permodalan itu mungkin dapat kerja sama juga dengan rekan atau dari KUR serta yang lain. Tetapi jika persiapan dua sama pandangan ia belum siap, ya itu mungkin," katanya.

2. Harapan yang begitu tinggi
Diluar itu, lanjut Rez, keinginan yang begitu tinggi pada usaha kopi yang dibuat memengaruhi kelangsungan dari usaha itu. Menurutnya, usaha kopi yang digerakkan sebab kesayangan, punyai kekuatan lebih lama untuk bertahan.

"Sebab menurut saya itu membuka warung kopi, kebanyakan orang perlu makanan. Tetapi tidak semua perlu makan, tidak kopi. Jadi harapan besar. Sebab tidak lakukan berdasar kesayangan pada akhirnya jadi teringat," tegas ia.

3. Punyai mental financial freedom
Rez memberikan tambahan, mereka yang jalankan usaha kopi harus juga mempunyai mental financial freedom. Ia memandang mental itu akan membuat aktor usaha selalu menjaga bisnisnya tanpa ada bingung akan keperluan hidupnya.

Financial freedom ialah keadaan dimana satu orang bebas dengan finansial. Berarti, kondisi dimana satu orang mempunyai kekayaan yang memenuhi semua kebutuhannya untuk hidup. Hingga, tak perlu kerja benar-benar keras serta aktif untuk penuhi keperluan yang benar-benar fundamen seperti makan maupun beli baju.

"Untuk melakukan bisnis itu kan menurut saya mental. Harus punyai mental financial freedom. Jika tidak punyai gak dapat. Kita tidak takut esok makan apa," katanya.

Post a Comment

Previous Post Next Post