Merayu calon konsumen setia supaya ingin beli produk atau layanan yang kita promokan tentulah sesuatu lelakon yang ingin dikerjakan banyak penjual.


Bagaimanakah cara paling baik untuk lakukan persuasi yang elok pada calon customer atau orang lain supaya mereka yakin dengan ide yang kita menawarkan?


Berdasarkan the psychology of persuasion, ada 6 type trick yang wajar dikenang untuk lakukan proses pembujukan dengan tepat.


Penjelasan dalam artikel kesempatan ini sebenarnya bersumber pada suatu buku legendaris karya Profesor Robert Cialdini bertopik : INLUENCE – The Psychology of Persuasion.


Buku ini dipandang seperti masterpiece dalam pengetahuan persuasi sebab berisi analisa empirik yang powerful mengenai langkah merayu calon konsumen setia. Profesor Cialdini sendiri adalah profesor behavior science di Arizona State University.


Dalam buku itu, Prof Cialdini mendedahkan 6 taktik yang poweful untuk lakukan persuasi – based on the science of human behavior.


Silahkan coba kita telisik satu per satu dengan selesai serta renyah.
Trick Psikologis 1 : Reciprocity

Taktik ini pokoknya berarti : satu orang akan condong ingin jadi konsumen setia produk Anda bila awalnya Anda beri freebie pada mereka.


Jadi prinsip yang wajar dikenang di sini ialah : give lebih dulu baru take.


Contoh taktik ini banyak diaplikasikan. Contoh beberapa blogger dunia yang memberi bonus gratis pada beberapa pembacanya, berbentuk e-book, e-course sampai e-tools yang bermanfaat.


Saya sendiri banyak juga memberi bonus e-book dengan gratis lewat website ini pada beberapa ribu pembacanya.


Analisa Cialdini tunjukkan langkah seperti di atas efisien dalam menjaring konsumen setia baru. Mengapa demikian? Karena calon konsumen setia barusan jadi merasakan berutang budi pernah dikasih free bonus.


Nantinya rasa hutang budi ini pelan-pelan akan menggerakkan mereka jadi real customers.


Anda dapat praktikkan trick reciprocity ini dalam usaha yang Anda lalui. Beri terlebih dulu something for free pada prospek Anda. Dapat berbentuk e-book, konsultasi gratis atau free samples yang komplet.


Jadi jangan sungkan-sungkan beri suatu hal yang benar-benar bagus dengan gratis pada prospek Anda.

Yakinlah beberapa antara mereka nantinya betul-betul akan ingin beli produk atau layanan Anda.
Trick Psikologis 2 : Small Commitment

Ide persuasi ini pokoknya ialah ini : untuk memperoleh big commitment dari satu orang konsumen setia, mulai dahulu dengan penawaran untuk ambil langkah small commitment dari orang itu.


Contoh : beberapa blogger dunia umumnya ajak pembaca untk jadi konsumen setia situsnya for free (ini bentuk dari small commitment).


Atau ada toko yang tawarkan membership for free plus keuntungan pada beberapa calon pembelinya. Ini bentuk small commitment dari calon konsumen setia. Toh gratis membuatnya.


Atau ada pula ide free trial. Silahkan Anda coba dahulu service kami dengan gratis sepanjang satu bulan penuh. Ini bentuk small commitment. Toh tidak bayar.


Analisa tunjukkan orang yang bersedia lakukan small commitment seperti di atas nantinya akan betul-betul jadi big customers Anda.


Trick ke-2 ini pokoknya pancing dahulu calon konsumen setia Anda dengan small steps or small commitment; atau aksi yang kecil serta tak perlu menyertakan banyaknya waktu atau ongkos.


Pola di atas mungkin seperti dengan ide FUNNELING : atau seperti journey dari satu orang yang tidak mengenal Anda, sampai nantinya jadi your setia customers. Tidak mungkin ujug-ujug orang itu akan jadi konsumen setia Anda. Semua harus lewat langkah kecil dahulu. Langkah untuk langkah.


Jadi journey funnelingnya ialah semacam ini : mulai dengan small commitment, contoh meminta pembaca untuk jadi konsumen setia e-mail dahulu dengan gratis, serta beri bonus free e-book yang powerful. Lalu sesudah jadi konsumen setia e-mail, kirimi terus up-date artikel yang bagus.


Demikian mereka ingin lakukan lngkah untuk langkah yang cuma perlu loyalitas kecil itu, karena itu pelan-pelan mereka akan ingin beli produk atau jualan Anda.


Kekeliruan beberapa orang : langsung nafsu temukan sales serta penjualan. Tanpa ada memancing terlebih dulu dengan small commitment dari prospek. Langkah ini ialah blunder serta umumnya malah akan tidak berhasil memperoleh penjualan.
Trick Psikologis 3 : Liking

Trick ini pokoknya Anda semakin lebih ingin beli produk dari penjual yang Anda gemari atau telah Anda mengenal secara baik. Tidak mengenal karena itu tidak sayang demikian satu pepatah katakan.


Contoh : tanpa ada mengenal capek saya coba terus mendatangkan artikel-artikel berkualitas lewat website legendaris ini, serta beberapa artikelnya di-share beberapa ribu kali.


Maksudnya memang supaya pembaca semakin senang dengan website ini.


Mengapa harus demikian ?


Sebab Prof Cialdini katakan : jika pembaca atau prospek telah mengenal baik dengan rekam jejak Anda atau kualitas Anda, karena itu beberapa followers ini nantinya dapat jadi konsumen setia produk yang Anda promokan.


Media sosial mungkin efisien untk membuat proses Liking ini. Selama satu account medis sosial dapat hadirkan content yang useful karena itu mereka pasti dilike beberapa ribu followers – serta barisan followers ini benar-benar adalah potential customers.


Karena itu jangan sampai capek mendatangkan beberapa konten berguna yang sesuai dengan bagian Anda lewat account medis sosial yang Anda turuti (entahlah Twitter, Facebook atau LinkedIN). Proses ini nantinya pasti menolong tingkatkan penjualan usaha Anda.
Trick Psikologis 4 : Social Proof

Trick ini mengacu pada bukti jika manusia itu senang latah. Ada suatu hal yang ramai, pasti semakin mengundang keseruan.


Kejadian ini dikatakan sebagai herd behavior – tingkah laku kerumunan. Tingkah laku manusia dengan kolektif memang seperti dengan kerumunan bebek. Ada suatu hal yang ramai karena itu lainnya akan ikutan memandangnya.


Semua trend yang happening di dunia fashion, kuliner sampai gadget dipacu oleh unsur social proof alias herd behavior ini. Trend yang hot berlangsung sebab manusia senang latah keduanya.


Jadi penjual Anda dapat gunakan kejadian social proof ini. Triknya dapat dengan jual suatu hal yang ngetren. Atau produk Anda selalu harus dapat beralih ikuti trend yang ada. Karena jualan barang yang happening akan tambah lebih gampang laris.
Trick Psikologis 5 : Scarcity Effect

Pokoknya barang yang semakin langka umumnya akan semakin dicari orang. Itu mengapa barang kolektor yang langka harga tentu mahal karena yang berminat semakin banyak.


Scarcity effect menciptkan aura jika produk Anda eksklusif, limited edition serta karenanya umumnya akan semakin dicari konsumen.


Scarcity dapat dibuat dengan anda membuat seri produk tersendiri jualan Anda dengan jumlahnya sangat terbatas. Item-item tersendiri menyengaja dibuat dengan terbatas.


Langkah lain lewat time scarcity. Tujuannya Anda jual produk dengan potongan harga banyak terbatas dalam 3 hari contohnya. Dalam periode 3 hari yg terbatas ini, terbentuk dampak scarcity. Serta ditanggung jualan Anda akan laku dalam periode itu.
Trick Psikologis 6 : Authority

Tehnik yang paling akhir ini berarti : customer semakin lebih senang beli produk atau layanan dari orang yg telah punyai rekam jejak bagus atau authority dalam bidangnya.


Buku-buku Rhenald Kasali atau Hermawan Kartajaya laku sebab mereka telah punyai authority dalam bidangnya. Pakaian karya Dian Pelangi laku sebab ia punyai rekam jejak dlm bidangnya.


Anda dapat juga memakai media sosial untuk membuat authority. Anda dapat buat beberapa konten yg membuat cerah dalam ajang usaha yang Anda jalani, hingga rekam jejak Anda pada usaha itu pelan-pelan terjaga dengan kompak.


Beberapa ratus artikel di website ini sebetulnya saya catat dalam rencana personal branding untuk membuat Authority. Lewat hidangan yang extremely useful, saya ingin membuat rekam jejak jadi good business educator. Branding seperti ini penting dalam usaha membuat business online yang sukses.


Demikian 6 taktik persuasi untuk merayu satu orang supaya ingin jadi setia customers, yaitu :

1. Reciprocity – The more you give, the more get

2. Small commitment – Pancing dahulu dengan small steps

3. Liking – Tidak mengenal karena itu tidak sayang

4. Social proof – Keseruan semakin mengundang keseruan

5. Scarcity effect – dampak kelangkaan

6. Authority / Personal branding

Post a Comment

Previous Post Next Post